Mungkin selama ini Anda terbiasa mendengar China identik dengan fase hidup yang cepat dan serba sibuk. Ini memang benar adanya jika berkunjung ke Beijing atau Shanghai. Tetapi, tahukah Anda ada kota yang menawarkan ritme slow living? Yap, jawabannya adalah kota Chengdu! Kawasan ini sudah berumur ribuan tahun dengan cakupan area luas.
Ia termasuk salah satu kota besar di China tetapi uniknya pola kehidupan masyarakat lokal berbeda dari warga yang tinggal di kota besar lainnya di negara tersebut. Chengdu terkenal di kalangan turis sebagai destinasi yang menawarkan kehidupan santai, sebuah gaya hidup yang tergolong anti mainstream untuk saat ini. China sendiri diketahui adalah salah satu raksasa ekonomi.
Jika berlibur ke Beijing, misalnya, Anda akan mendapati penduduk setempat berlalu-lalang di hampir setiap sudutnya. Nah, penasaran seperti apa pengalaman berlibur unik di kota santai ini? Yuk, baca artikel sampai tuntas! Anda bisa mendapatkan panduan wisata ke sana secara lengkap dan praktis sehingga pas menjadi referensi berlibur tahun ini bersama Sentosa Tour!
Kota Chengdu terkenal dengan apa?
Chengdu terkenal karena rumah panda raksasa, gaya hidup slow living, surga kuliner, dan atraksi budaya dan sejarahnya. Gambaran singkat tersebut sudah lebih cukup menjelaskan kota ini cukup komplit sebagai daerah tujuan berlibur. Anda tinggal memilih mana dulu dari ke-5 sisi unik tersebut untuk dikunjungi dan dinikmati bersama keluarga. Beragamnya pilihan berlibur tersebut merupakan kombinasi berbagai faktor.
Masyarakat berbagai lintas generasi hingga sekarang masih melestarikan budaya nenek moyang. Di tengah gempuran teknologi, mereka masih memegang teguh prinsip kuno, seperti Taoisme dan Konfusianisme. Belum lagi ada faktor geografis yang membuat alam setempat begitu indah. Yuk, simak rincian selengkapnya di bawah ini!
Rumah panda raksasa
Ikon wisata kota ini adalah pusat konservatori panda raksasa atau yang bernama Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding. Varian panda ini memang secara alami hidup di pegunungan Sichuan. Mereka paling cocok hidup dan berkembang biak di sini berkat adanya hutan bambu alami serta iklimnya yang sejuk. Jika Anda penyuka panda, wajib rasanya mengunjungi lokasi ini. Di sini, Anda bisa belajar tentang upaya pelestarian panda raksasa, melihat bayi panda secara langsung, bahkan menjadi relawan loh!
Surga kuliner Sichuan
Anda penyuka masakan pedas? Jika iya, kurang afdol rasanya berlibur ke Chengdu tanpa mencicipi kuliner lokal yang legendaris di seluruh dunia. Bukan hanya pedas tetapi makanan khas Sichuan kaya akan rasa: manis, asam, gurih dengan aroma kuat. Identitas kuliner inilah yang membuat turis penasaran untuk menjajalnya. Rekomendasi jenis makanan adalah hot pot dan mapo tofu. Agar pengalaman kuliner lebih berkesan, makanlah beramai-ramai bersama teman atau keluarga sekaligus melestarikan budaya makan setempat.
Gaya hidup slow living
Seperti sudah disinggung di atas, penduduk Chengdu hidup selaras dengan ritme alam dan sosial. Mereka tidak agresif dalam bekerja, seperti yang diajarkan oleh aliran filosofi Taoisme. Karenanya, tidak mengherankan Anda akan melihat ada banyak rumah teh tradisional dimana warga lokal menghabiskan waktu berjam-jam untuk bercengkrama. Ada juga yang menghabiskan waktu di taman dan main mahjong sehingga gaya hidup santai terasa setiap harinya.
Kuil Wuhou, warisan sejarah unik Chengdu
Terdapat begitu banyak situs sejarah yang menarik untuk dikunjungi di kawasan ini. Salah satunya adalah kuil Wuhou yang sudah ada sejak abad ke-6 Masehi atau berumur sekitar 1,300 tahun. Kompleks ini didirikan untuk menghormati Zhuge Liang, sosok jenderal militer yang begitu berpengaruh di masa Tiga Kerajaan, yakni Wei, Shu Han, dan Wu antara 220–280 Masehi.
Lebih spesifik lagi, Zhuge Liang menjadi penasehat militer pada era kerajaan Shu Han. Selain cerdas secara militer dan politik, ia juga bijaksana dan setia. Bahkan namanya masih terkenal hingga sekarang sebab menjadi tokoh penting dalam novel klasik, Romance of the Three Kingdoms, buatan Luo Guanzhong pada abad ke-14. Berikut fakta lain yang menarik dari destinasi ini:
- Lokasi: Jalan Wuhouci No. 231, Distrik Wuhou, Chengdu, Sichuan
- Waktu operasional: Mulai pukul 08:00 hingga 18:00 waktu setempat. Jam buka diperpanjang sampai pukul 19:00 di musim panas.
- Harga tiket: Sekitar 50 RMB atau kira-kira Rp124 ribuan per pengunjung.
- Kaya dengan peninggalan Tiga Kerajaan: Patung dan altar Zhuge Liang, Liu Bei, prasasti, dan kaligrafi.
- Cocok untuk berlibur santai dan reflektif: Kompleks berisikan taman, kolam, jalur batu klasik yang ideal untuk merasakan ketenangan dan melakukan renungan diri.
- Museum mini: Anda bisa belajar sejarah, khususnya militer, seperti strategi perang Zhuge Liang, dan nilai moral dan kepemimpinan era Shu Han.
Merasakan suasana Chengdu masa lampau di Jalan Jinli
Penasaran bagaimana atmosfer kota ini di masa kerajaan Shu Han? Kunjungi jalanan kuno Jinli, yang terletak di Jalan Wuhouci No, 231, Distrik Wuhou. Anda tinggal masuk dan menelusuri lorong demi lorong berliku tanpa biaya masuk alias gratis. Panjangnya sekitar 550 meter dengan jam operasional toko rata-rata mulai jam 09:00 hingga 22:00.
Meski tergolong pendek rutenya, jalan ini begitu kental menggambarkan suasana perdagangan masa kerajaan Shu Han. Dulunya, di sinilah pusat bisnis untuk komoditas sutra, teh, dan rempah. Menapaki secara langsung akan memberikan sensasi berlibur yang spesial sebab kaya akan cerita sejarah dan budaya. Tentunya, atraksi menarik di sini bukan sekadar jalan-jalan. Yuk, simak rekomendasi aktivitas lainnya:
- Menikmati keunikan arsitektur Dinasti Qing di Chengdu yang khas dengan atap berlapis genteng hitam, pintu kayu berornamen dan gantungan lampion merah.
- Belanja produk tradisional lokal, seperti topeng opera, miniatur panda, teh lokal, dan pernak-pernik dekorasi.
- Berfoto ria dengan latar tiada duanya, yakni gantungan lampion indah di antara bangunan tua.
- Ikut dalam workshop budaya, seperti menulis kaligrafi atau membuat kerajinan tangan.
- Menonton pertunjukan khas lokal, yang menampilkan musik tradisional, opera mini dan tarian.
Menyusuri jejak peradaban misterius Sanxingdui
Sebuah temuan arkeologi tanpa sengaja oleh penduduk lokal pada 1929 menggemparkan kalangan arkeolog waktu itu. Penggalian terjadi di kawasan Guanghan sekitar 5 km sisi utara Chengdu. Kala itu, warga menemukan fragmen artefak dan benda-benda perunggu di parit yang sedang mereka gali. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui project arkeologi besar pada 1986.
Ilmuwan menemukan banyak sekali benda misterius yang menjadi jendela ke peradaban kuno yakni pada Zaman Perunggu sekitar 1.200 hingga 1.000 Sebelum Masehi. Hingga sekarang, arkeolog masih terus meneliti maksud dan fungsi banyak benda di sana yang berbeda dari temuan kuno di belahan China lainnya. Berada di sini akan membuat Anda seperti seorang detektif arkeologi sembari mengabadikan dokumentasi perjalanan yang unik. Berikut rekomendasi kegiatan berliburnya:
- Mengunjungi museum Sanxingdui di Chengdu untuk melihat hasil temuan, seperti topeng emas, perunggu raksasa, patung manusia dan hewan, alat ritual dan benda seni perunggu.
- Melihat situs penggalian aslinya pada beberapa area yang memang terbuka bagi pengunjung.
- Menonton pameran interaktif untuk mengetahui sistem hidup masyarakat kerajaan Shu Han.
- Menyalurkan hobi fotografi dengan memotret banyak artefak besar dan replika patung yang sangat menarik.
- Ikut dalam workshop budaya, misalnya membuat kerajinan mini.
Mengunjungi warisan UNESCO: Sistem irigasi Dujiangyan
Selain budaya dan sejarah, Chengdu mempunyai kekayaan alam yang terjaga dengan baik. Lestarinya alam setempat tidak lepas dari kelihaian nenek moyang setempat dalam menjaga yang sudah ada. Salah satunya adalah membuat sistem irigasi Dujiangyan. Adalah Li Bing, seorang pejabat dan insinyur terkenal Dinasti Qin yang memperkenalkan cara ini. “Temuannya” sudah ada sejak 256 SM, salah satu proyek teknik sipil tertua di dunia.
Li Bing pada intinya menerapkan prinsip penggunaan aliran alami sungai, bukan bendungan besar, untuk mengendalikan banjir Sungai Min. Strategi ini berhasil, bahkan provinsi Sichuan menjadi “lumbung padi” China Barat Daya. Bahkan cara ini masih dipakai sekarang dan menjadi situs warisan UNESCO pada 2000. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan di sini? Berikut contohnya:
- Berkunjung ke situs teknik Li Bing yang berisikan patung dan prasasti tokoh ini.
- Mengamati bagaimana sistem irigasi bekerja, salah satunya air yang mengalir ke sawah warga.
- Menikmati panorama alam Chengdu yang indah dengan gunung dan sungai.
- Mampir ke museum setempat untuk lebih mengetahui sejarah, tekni, dan dampak sistem irigasi ini ke publik Sichuan.
Apakah ke Chengdu butuh visa?
Ya, Anda memerlukan visa turis (L) untuk mengunjungi destinasi ini. Jenis visa ini wajib untuk kunjungan dalam durasi singkat, antara 30 dan 90 hari. Sehingga, jika belum memilikinya, sebaiknya segera diurus minimal sebulan sebelum tanggal terbang. Agar lebih praktis, berliburlah bersama agen wisata yang biasanya akan mengurus keperluan pengurusan visa ini.
Apabila ingin mengurus secara mandiri, Anda perlu mempersiapkan beberapa dokumen. Contohnya adalah mengisi formulir visa online atau formulir fisik yang disediakan oleh kedutaan atau konsulat China. Jangan lupa pastikan paspor asli berlaku paling tidak enam bulan dari tanggal pengajuan visa. Agar memperbesar kemungkinan “lolos”, sertakan bukti tiket pesawat pulang-pergi, bukti keuangan, dan bukti booking hotel selama di Chengdu.
Rekomendasi waktu berlibur
Disarankan untuk datang pada musim semi dan musim gugur untuk menikmati seluruh pesona kota, alam dan kuil yang maksimal. Jika memilih musim semi, pilihlah antara bulan Maret hingga Mei. Sedangkan untuk musim gugur, carilah penerbangan ke sini antara September dan November. Sebagai tambahan informasi, cuaca di sini bisa cepat berubah. Karenanya, bawalah jaket ringan atau payung untuk mengantisipasi jika tiba-tiba turun hujan lebat.
Kabar baiknya, Anda bisa melihat panda di Chengdu kapan saja alias tidak terbatas pada musim. Pusat konservasi panda menyambut pengunjung sepanjang tahun mulai pukul 07:30 hingga 18:00. Paling direkomendasikan adalah sampai pada pagi hari, antara pukul 07:00 hingga 10:00. Saat pagi inilah panda lebih sering terlihat, bermain, makan bambu, dan berguling. Berikut panduan ringkas per musimnya:
- Musim semi (Maret-Mei): Udara nyaman dengan suhu 15 sampai 25°C sehingga ideal untuk menikmati taman dan kuil, seperti Wuhou, dan bagus untuk fotografi.
- Musim gugur (September-November): Cuaca relatif stabil dengan frekuensi hujan sangat jarang. Musim ini paling mendukung untuk menikmati pemandangan alam di Chengdu, seperti Gunung Qingcheng dan Dujiangyan.
- Periode panas (Juni-Agustus): Suhu berkisar antara 25 dan 33°C dengan kemungkinan hujan deras dan kabut. Pusat konservasi panda biasanya sangat padat turis.
- Musim dingin (Desember-Februari): Temperatur bisa mencapai 5-12°C sehingga kurang cocok untuk wisata alam dalam durasi panjang.
Apa bahasa yang dipergunakan di Chengdu?
Bahasa sehari-hari mayoritas warga setempat adalah Mandarin standar atau Putonghua. Mereka memakainya untuk percakapan sehari-hari di sekolah, gedung pemerintahan, dan sebagai bahasa pengantar di media. Selain itu, bahasa resmi China ini juga dipilih untuk menyampaikan informasi melalui papan petunjuk wisata, alat transportasi, dan penanda internasional, seperti di bandara dan stasiun kereta api.
Menariknya, penduduk Chengdu mempunyai dialek sendiri yang masih jamak digunakan, yakni Sichuan Mandarin. Dialek ini mempunyai perbedaan dengan Mandarin standar, seperti dalam pengucapan dan intonasi. Sedangkan penggunaan bahasa Inggris lebih sering dijumpai di obyek wisata dan fasilitas umum. Staf hotel dan destinasi liburan, seperti di Kuil Wuhou dan Jalan Jinli, biasa memakai bahasa Inggris dasar. Berikut tips ringkas terkait komunikasi di sana:
- Download aplikasi penerjemah atau peta dalam dua bahasa (Inggris dan Mandarin) untuk membantu saat di transportasi atau fasilitas publik.
- Bisa belajar kosakata Mandarin dasar terlebih dahulu, misalnya kata-kata untuk meminta tolong dan ucapan terima kasih.
- Menghafal sedikit saja kata-kata dalam dialek Sichuanese untuk lebih menghangatkan suasana dengan warga setempat saat liburan.
Nikmati liburan ke Chengdu sepuasnya tahun ini bersama Sentosa Tour!
Setelah membaca informasi di atas, mana yang paling membuat Anda penasaran dengan kota ini? Apapun destinasi spesifik di benak saat ini, pilihlah Sentosa Tour sebagai teman berlibur tahun ini! Kami adalah agen wisata internasional yang sudah menjadi kawan berlibur bagi banyak klien sebelumnya untuk berbagai destinasi baik lokal dan internasional.
Kami menyediakan berbagai paket khusus untuk ke Chengdu. Anda bisa melihat populasi panda, berjalan ke masa lampau di Jianji dan pastinya wisata belanja. Biaya paket sudah termasuk transportasi, akomodasi, dan tiket masuk kawasan wisata. Anda tinggal duduk manis dan mempersiapkan diri menikmati liburan berkesan bersama orang tercinta. Jadi, tunggu apalagi? Yuk daftarkan diri ke tim sales kami sekarang juga!
Mungkin selama ini Anda terbiasa mendengar negara ini identik dengan fase hidup yang cepat dan serba sibuk. Ini memang benar adanya jika berkunjung ke Beijing atau Shanghai. Tetapi, tahukah Anda ada kota yang menawarkan ritme slow living? Ya, jawabannya adalah kota Chengdu! Kawasan ini sudah berumur ribuan tahun dengan wilayah yang luas.
Ia termasuk salah satu kota besar di China tetapi uniknya pola kehidupan masyarakat lokal berbeda dari warga yang tinggal di kota besar lainnya di negara tersebut. Chengdu terkenal di kalangan turis sebagai destinasi yang menawarkan kehidupan santai, sebuah gaya hidup yang tergolong anti mainstream untuk saat ini. China sendiri diketahui adalah salah satu raksasa ekonomi.
Jika berlibur ke Beijing, misalnya, Anda akan mendapati penduduk setempat berlalu-lalang di hampir setiap sudutnya. Nah, penasaran seperti apa pengalaman berlibur unik di kota santai ini? Yuk, baca artikel sampai tuntas! Anda bisa mendapatkan panduan wisata ke sana secara lengkap dan praktis sehingga pas menjadi referensi berlibur tahun ini bersama Sentosa Tour!
Kota Chengdu terkenal dengan apa?
Kota ini dikenal karena rumah panda raksasa, gaya hidup slow living, surga kuliner, dan atraksi budaya dan sejarahnya. Gambaran singkat tersebut sudah lebih cukup menjelaskan Destinasi ini cukup lengkap sebagai tujuan wisata. Anda tinggal memilih mana dulu dari ke-5 sisi unik tersebut untuk dikunjungi dan dinikmati bersama keluarga. Beragamnya pilihan berlibur tersebut merupakan kombinasi berbagai faktor.
Masyarakat berbagai lintas generasi hingga sekarang masih melestarikan budaya nenek moyang. Di tengah gempuran teknologi, mereka masih memegang teguh prinsip kuno, seperti Taoisme dan Konfusianisme. Belum lagi ada faktor geografis yang membuat alam setempat begitu indah. Yuk, simak rincian selengkapnya di bawah ini!
Rumah panda raksasa
Ikon wisata kota ini adalah pusat konservatori panda raksasa atau yang bernama Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding. Satwa ini secara alami hidup di pegunungan Sichuan. Mereka paling cocok hidup dan berkembang biak di sini berkat adanya hutan bambu alami serta iklimnya yang sejuk. Jika Anda penyuka panda, Anda wajib mengunjungi tempat ini. Di sini, Anda bisa belajar tentang upaya pelestarian panda raksasa, menyaksikan bayi panda secara langsung, bahkan menjadi relawan loh!
Surga kuliner Sichuan
Anda penyuka masakan pedas? Jika iya, kurang afdol rasanya berlibur ke kota ini tanpa mencicipi kuliner lokal yang legendaris di seluruh dunia. Makanan khas Sichuan kaya rasa: pedas, manis, asam, dan gurih dengan aroma kuat. Identitas kuliner inilah yang membuat turis penasaran untuk menjajalnya. Rekomendasi jenis makanan adalah hot pot dan mapo tofu. Nikmati kuliner bersama keluarga atau teman untuk pengalaman yang lebih berkesan sekaligus melestarikan budaya setempat.
Gaya hidup slow living
Seperti sudah disinggung di atas, penduduk Chengdu hidup selaras dengan ritme alam dan sosial. Mereka tidak agresif dalam bekerja, seperti yang diajarkan oleh aliran filosofi Taoisme. Karenanya, tidak mengherankan Anda akan melihat ada banyak rumah teh tradisional dimana warga lokal menghabiskan waktu berjam-jam untuk bercengkrama. Beberapa warga menghabiskan waktu di taman sambil bermain mahjong, sehingga gaya hidup santai terasa setiap hari.
Kuil Wuhou, warisan sejarah unik Chengdu
Terdapat begitu banyak situs sejarah yang menarik untuk dikunjungi di kawasan ini. Salah satunya adalah kuil Wuhou yang sudah ada sejak abad ke-6 Masehi atau berumur sekitar 1,300 tahun. Kompleks ini didirikan untuk menghormati Zhuge Liang, sosok jenderal militer yang begitu berpengaruh di masa Tiga Kerajaan, yakni Wei, Shu Han, dan Wu antara 220–280 Masehi.
Lebih spesifik lagi, Jenderal ini menjadi penasehat militer pada era kerajaan Shu Han. Selain cerdas secara militer dan politik, ia juga bijaksana dan setia. Bahkan namanya masih terkenal hingga sekarang sebab menjadi tokoh penting dalam novel klasik, Romance of the Three Kingdoms, buatan Luo Guanzhong pada abad ke-14. Berikut fakta lain yang menarik dari destinasi ini:
- Lokasi: Jalan Wuhouci No. 231, Distrik Wuhou, Chengdu, Sichuan
- Waktu operasional: Mulai pukul 08:00 hingga 18:00 waktu setempat. Jam buka diperpanjang sampai pukul 19:00 di musim panas.
- Harga tiket: Sekitar 50 RMB atau kira-kira Rp124 ribuan per pengunjung.
- Kaya dengan peninggalan Tiga Kerajaan: Patung dan altar Zhuge Liang, Liu Bei, prasasti, dan kaligrafi.
- Cocok untuk berlibur santai dan reflektif: Kompleks berisikan taman, kolam, jalur batu klasik yang ideal untuk merasakan ketenangan dan melakukan renungan diri.
- Museum mini: Anda bisa belajar sejarah, khususnya militer, seperti strategi perang Zhuge Liang, dan nilai moral dan kepemimpinan era Shu Han.
Merasakan suasana Chengdu masa lampau di Jalan Jinli
Penasaran bagaimana atmosfer kota ini pada era Shu Han? Kunjungi jalanan kuno Jinli, yang terletak di Jalan Wuhouci No, 231, Distrik Wuhou. Anda tinggal masuk dan menelusuri lorong demi lorong berliku tanpa biaya masuk alias gratis. Panjangnya sekitar 550 meter dengan jam operasional toko rata-rata mulai jam 09:00 hingga 22:00.
Meski rutenya pendek, jalan ini kental menggambarkan suasana perdagangan era Shu Han. Dulunya, di sinilah pusat bisnis untuk komoditas sutra, teh, dan rempah. Menapaki secara langsung akan memberikan sensasi berlibur yang spesial sebab kaya akan cerita sejarah dan budaya. Tentunya, atraksi menarik di sini bukan sekadar jalan-jalan. Yuk, simak rekomendasi aktivitas lainnya:
- Menikmati keunikan arsitektur Dinasti Qing di Chengdu yang khas dengan atap berlapis genteng hitam, pintu kayu berornamen dan gantungan lampion merah.
- Belanja produk tradisional lokal, seperti topeng opera, miniatur panda, teh lokal, dan pernak-pernik dekorasi.
- Berfoto ria dengan latar tiada duanya, yakni gantungan lampion indah di antara bangunan tua.
- Ikut dalam workshop budaya, seperti menulis kaligrafi atau membuat kerajinan tangan.
- Menonton pertunjukan khas lokal, yang menampilkan musik tradisional, opera mini dan tarian.
Menyusuri jejak peradaban misterius Sanxingdui
Temuan arkeologi tak sengaja oleh penduduk lokal pada 1929 menggemparkan kalangan arkeolog. Penggalian terjadi di kawasan Guanghan sekitar 5 km sisi utara Chengdu. Kala itu, warga menemukan fragmen artefak dan benda-benda perunggu di parit yang sedang mereka gali. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui project arkeologi besar pada 1986.
Ilmuwan menemukan banyak artefak misterius yang menjadi jendela ke peradaban kuno pada Zaman Perunggu, sekitar 1.200–1.000 SM. Hingga sekarang, arkeolog masih terus meneliti maksud dan fungsi banyak benda di sana yang berbeda dari temuan kuno di belahan China lainnya. Berada di sini akan membuat Anda seperti seorang detektif arkeologi sembari mengabadikan dokumentasi perjalanan yang unik. Berikut rekomendasi kegiatan berliburnya:
- Mengunjungi museum Sanxingdui di Chengdu untuk melihat hasil temuan, seperti topeng emas, perunggu raksasa, patung manusia dan hewan, alat ritual dan benda seni perunggu.
- Melihat situs penggalian aslinya pada beberapa area yang memang terbuka bagi pengunjung.
- Menonton pameran interaktif untuk mengetahui sistem hidup masyarakat kerajaan Shu Han.
- Menyalurkan hobi fotografi dengan memotret banyak artefak besar dan replika patung yang sangat menarik.
- Ikut dalam workshop budaya, misalnya membuat kerajinan mini.
Mengunjungi warisan UNESCO: Sistem irigasi Dujiangyan
Selain budaya dan sejarah, Chengdu mempunyai kekayaan alam yang terjaga dengan baik. Lestarinya alam setempat tidak lepas dari kelihaian nenek moyang setempat dalam menjaga yang sudah ada. Salah satunya adalah membuat sistem irigasi Dujiangyan. Adalah Li Bing, seorang pejabat dan insinyur terkenal Dinasti Qin yang memperkenalkan cara ini. Sistem ini diperkenalkan pada 256 SM oleh Li Bing, seorang pejabat dan insinyur terkenal Dinasti Qin, dan menjadi salah satu proyek teknik sipil tertua di dunia.
Li Bing menerapkan prinsip penggunaan aliran alami sungai, bukan bendungan besar, untuk mengendalikan banjir Sungai Min. Strategi ini berhasil, bahkan provinsi Sichuan menjadi “lumbung padi” China Barat Daya. Bahkan cara ini masih dipakai sekarang dan menjadi situs warisan UNESCO pada 2000. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan di sini? Berikut contohnya:
- Berkunjung ke situs teknik Li Bing yang berisikan patung dan prasasti tokoh ini.
- Mengamati bagaimana sistem irigasi bekerja, salah satunya air yang mengalir ke sawah warga.
- Menikmati panorama alam Chengdu yang indah dengan gunung dan sungai.
- Mampir ke museum setempat untuk lebih mengetahui sejarah, tekni, dan dampak sistem irigasi ini ke publik Sichuan.
Apakah ke Chengdu butuh visa?
Ya, Anda memerlukan visa turis (L) untuk mengunjungi destinasi ini. Jenis visa ini wajib untuk kunjungan dalam durasi singkat, antara 30 dan 90 hari. Jika belum memilikinya, urus visa minimal sebulan sebelum tanggal keberangkatan. Untuk lebih praktis, gunakan jasa agen wisata yang biasanya mengurus visa.
Apabila ingin mengurus secara mandiri, Anda perlu mempersiapkan beberapa dokumen. Contohnya adalah mengisi formulir visa online atau formulir fisik yang disediakan oleh kedutaan atau konsulat China. Jangan lupa pastikan paspor asli berlaku paling tidak enam bulan dari tanggal pengajuan visa. Agar memperbesar kemungkinan “lolos”, sertakan bukti tiket pesawat pulang-pergi, bukti keuangan, dan bukti booking hotel selama di Chengdu.
Rekomendasi waktu berlibur
Disarankan untuk datang pada musim semi dan musim gugur untuk menikmati seluruh pesona kota, alam dan kuil yang maksimal. Jika memilih musim semi, pilihlah antara bulan Maret hingga Mei. Sedangkan untuk musim gugur, carilah penerbangan ke sini antara September dan November. Sebagai tambahan informasi, cuaca di sini bisa cepat berubah. Karenanya, bawalah jaket ringan atau payung untuk mengantisipasi jika tiba-tiba turun hujan lebat.
Kabar baiknya, Anda bisa melihat panda di Chengdu kapan saja alias tidak terbatas pada musim. Pusat konservasi panda menyambut pengunjung sepanjang tahun mulai pukul 07:30 hingga 18:00. Paling direkomendasikan adalah sampai pada pagi hari, antara pukul 07:00 hingga 10:00. Saat pagi inilah panda lebih sering terlihat, bermain, makan bambu, dan berguling. Berikut panduan ringkas per musimnya:
- Musim semi (Maret-Mei): Udara nyaman dengan suhu 15 sampai 25°C sehingga ideal untuk menikmati taman dan kuil, seperti Wuhou, dan bagus untuk fotografi.
- Musim gugur (September-November): Cuaca relatif stabil dengan frekuensi hujan sangat jarang. Musim ini paling mendukung untuk menikmati pemandangan alam di Chengdu, seperti Gunung Qingcheng dan Dujiangyan.
- Periode panas (Juni-Agustus): Suhu berkisar antara 25 dan 33°C dengan kemungkinan hujan deras dan kabut. Pusat konservasi panda biasanya sangat padat turis.
- Musim dingin (Desember-Februari): Temperatur bisa mencapai 5-12°C sehingga kurang cocok untuk wisata alam dalam durasi panjang.
Apa bahasa yang dipergunakan di Chengdu?
Bahasa sehari-hari mayoritas warga setempat adalah Mandarin standar atau Putonghua. Mereka memakainya untuk percakapan sehari-hari di sekolah, gedung pemerintahan, dan sebagai bahasa pengantar di media. Selain itu, bahasa resmi China ini juga dipilih untuk menyampaikan informasi melalui papan petunjuk wisata, alat transportasi, dan penanda internasional, seperti di bandara dan stasiun kereta api.
Menariknya, penduduk Chengdu mempunyai dialek sendiri yang masih jamak digunakan, yakni Sichuan Mandarin. Dialek ini mempunyai perbedaan dengan Mandarin standar, seperti dalam pengucapan dan intonasi. Sedangkan penggunaan bahasa Inggris lebih sering dijumpai di obyek wisata dan fasilitas umum. Staf hotel dan destinasi liburan, seperti di Kuil Wuhou dan Jalan Jinli, biasa memakai bahasa Inggris dasar. Berikut tips ringkas terkait komunikasi di sana:
- Download aplikasi penerjemah atau peta dalam dua bahasa (Inggris dan Mandarin) untuk membantu saat di transportasi atau fasilitas publik.
- Pelajari kosakata dasar Mandarin, misalnya kata untuk meminta tolong dan mengucapkan terima kasih.
- Menghafal sedikit saja kata-kata dalam dialek Sichuanese untuk lebih menghangatkan suasana dengan warga setempat saat liburan.
Nikmati liburan ke Chengdu sepuasnya tahun ini bersama Sentosa Tour!
Setelah membaca informasi di atas, mana yang paling membuat Anda penasaran dengan kota ini? Apapun destinasi spesifik di benak saat ini, pilihlah Sentosa Tour sebagai teman berlibur tahun ini! Kami adalah agen wisata internasional yang sudah menjadi kawan berlibur bagi banyak klien sebelumnya untuk berbagai destinasi baik lokal dan internasional.
Kami menyediakan berbagai paket khusus untuk ke Chengdu. Anda bisa melihat populasi panda, berjalan ke masa lampau di Jinli dan pastinya wisata belanja. Biaya paket sudah termasuk transportasi, akomodasi, dan tiket masuk kawasan wisata. Anda tinggal duduk manis dan mempersiapkan diri menikmati liburan berkesan bersama orang tercinta. Jadi, tunggu apalagi? Yuk daftarkan diri ke tim sales kami sekarang juga!
